Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar, Ikatan Emosional Jadi Alasan

11 hours ago 8

Bola.com, Jakarta - PSM Makassar resmi menunjuk Darije Kalezic sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Pelatih asal Bosnia itu kembali menakhodai Juku Eja setelah pernah bertugas pada 2019.

Kembalinya Darije Kalezic menjadi sorotan mengingat rekam jejak positifnya bersama PSM. Salah satu pencapaian utamanya adalah mempersembahkan gelar Piala Indonesia 2019.

Di tengah kebutuhan PSM untuk bangkit usai menutup BRI Super League 2025/2026 di papan tengah, pengalaman Kalezic dipandang mampu mengangkat kembali daya saing tim. Ia juga membeberkan alasan kembali, mulai dari ikatan emosional hingga identitas permainan yang masih membekas.

Menurutnya, PSM memiliki ikatan emosional yang sulit dilupakan. Ia menilai identitas permainan Juku Eja adalah fondasi yang ingin kembali dibangun musim depan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ikatan Emosional dan Identitas Permainan

Darije Kalezic menegaskan alasan utamanya menerima pinangan PSM berkaitan dengan hubungan batin dan karakter permainan klub. Ia mengaku masih mengingat kuat bagaimana identitas tim dibangun pada periode pertamanya.

"Saya masih sangat ingat masa pertama kalinya menangani PSM dimana tim memiliki identitas yang sangat kuat dan jelas," kata Kalezic dikutip dari laman resmi I.League.

"Para suporter juga merasa puas dan bangga jika mereka bisa melihat gaya bermain para pemain di lapangan, terlepas dari hasil akhirnya seperti apa," sambungnya.

Menurut Kalezic, identitas tersebut menjadi salah satu alasan yang membuatnya yakin kembali ke Makassar. Ia berharap fondasi itu bisa kembali dibangun pada musim baru.

Kenangan Juara 2019 Jadi Energi Kembali

Selain faktor identitas, kenangan saat membawa PSM menjuarai Piala Indonesia 2019 juga memantik motivasinya. Pengalaman merayakan gelar bersama tim masih melekat hingga kini.

"Momen-momen kebersamaan dan kegembiraan saat merayakan kemenangan bersama seluruh staf, tim medis, dan pemain di lapangan menjadi memori indah yang memberikan energi dan kepercayaan untuk saya kembali melatih PSM," ujarnya.

Kenangan tersebut menjadi dorongan bagi Kalezic untuk menerima tantangan baru bersama PSM. Ia ingin kembali menghadirkan atmosfer positif di dalam tim.

Kini, publik Makassar berharap pengalaman Kalezic dapat membawa Juku Eja kembali bersaing di papan atas. Reputasi dan rekam jejaknya menjadi modal untuk membangun ulang performa tim.

Target berikutnya adalah mengembalikan PSM ke jalur juara setelah terakhir menjuarai Liga Indonesia pada musim 2022/2023. Dengan fondasi identitas permainan yang ingin dihidupkan kembali, tim membidik konsistensi di sepanjang musim.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |