Enggan Bicara Perpanjangan Kontrak, Pelatih Persik Fokus Laga Terakhir Kontra Persebaya

20 hours ago 11

Bola.com, Kediri - BRI Super League 2025/2026 tinggal menyisakan satu pertandingan lagi. Isu paling menarik di akhir musim adalah masa depan pelatih dan para pemain mendatang. Apakah mereka masih bertahan di klub lama atau hijrah ke klub lain.

Khusus di skuat Persik menarik juga mengulik masa depan pelatih Marcos Reina. Namun pria berpaspor Spanyol itu berkomentar diplomatis soal kelanjutan karirnya di Kediri.

"Saya merasa nyaman di sini. Saya banyak belajar tentang kultur dan pemain lokal Indonesia. Karakter mereka, bagaimana berkomunikasi dengan mereka, dan hubungan secara profesional," katanya.

Dari ucapan itu, Marcos Reina mengisyaratkan masih ingin melanjutkan kiprahnya di Indonesia. "Dengan pengetahuan tersebut, banyak hal yang akan membantu saya di masa depan. Jadi, saya sangat berterima kasih untuk itu," jelasnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tuntaskan Tugas

Persik mendatangkan pelatih berusia 41 tahun itu untuk menggantikan Ong Kim Swee yang harus pulang ke Malaysia untuk membangun sepak bola di negaranya.

Marcos Reina mulai memimpin Persik pada pekan ke-15. Jika dihitung dengan laga penutup Persik melawan Persebaya, 23 Mei nanti, maka Marcos Reina akan menyelesaikan 21 pertandingan.

Catatan dari 20 pertandingan sebelumnya, dia meraih tujuh kemenangan, tiga seri, dan 10 kekalahan. Ini rapor yang lumayan bagus bagi seorang pelatih debutan di Indonesia.

"Soal masa depan saya di Persik, kita akan melihat apa yang terjadi nanti. Kami selesaikan satu pertandingan melawan Persebaya dulu. Ini derby yang pasti sangat menarik. Kamibelum ada pembicaraan kontrak baru. Tapi, pengalaman setengah musim di Super League pasti akan membantu saya untuk berkembang di Indonesia," ujarnya. 

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, memprediksi Spanyol dan Prancis sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 serta menilai Lamine Yamal sudah menjadi bintang dunia berkat performanya di level tertinggi.

Laga Terakhir

Bagi Marcos Reina, kesempatan melatih Persik menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan karier kepelatihannya di Indonesia. Pelatih kelahiran Sant Cugat del Vallès, Spanyol itu mengaku bangga bisa bergabung dengan salah satu klub besar di sepak bola Indonesia.

Meski datang di tengah jalannya kompetisi, Marcos berupaya keras meningkatkan performa Persik. Ia menegaskan target utamanya adalah membawa tim meraih kemenangan di setiap pertandingan dan finis di posisi setinggi mungkin di klasemen akhir.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |