Marc Klok Soroti Insiden Usai Laga Persib Vs Ratchaburi, Tekankan Profesionalisme dan Kontrol Emosi

10 hours ago 8

Bola.com, Jakarta - Gelandang Persib Bandung, Marc Klok, angkat bicara terkait insiden yang terjadi setelah pertandingan melawan Ratchaburi FC pada leg kedua AFC Champions League 2 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

Situasi panas yang muncul seusai laga menjadi sorotan karena dinilai bisa berdampak lebih luas, bukan hanya bagi tim, tetapi juga bagi citra sepak bola Indonesia di level internasional. Insiden tersebut memicu diskusi mengenai pentingnya menjaga sikap di dalam maupun di luar lapangan.

Marc Klok memahami bahwa emosi kerap menjadi bagian dari dinamika pertandingan. Dalam sepak bola, kemenangan, kekalahan, hingga keputusan wasit yang kontroversial memang sering terjadi.

Namun, menurutnya, semua pihak tetap harus mampu menerima situasi tersebut dengan kepala dingin. Ia menilai profesionalisme adalah hal utama yang harus dijaga oleh pemain maupun elemen tim lainnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Emosi Wajar, Tetapi Harus Dikendalikan

Klok menegaskan bahwa emosi dalam sepak bola adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Meski begitu, setiap pemain tetap dituntut mampu mengontrol diri.

Menurutnya, sikap profesional menjadi kunci agar pertandingan tidak berujung pada hal-hal yang merugikan tim.

"Saya tahu emosi di sepak bola ada. Kita bisa kalah, bisa menang. Wasit bisa punya kesempatan yang bagus atau tidak bagus. Tapi pada akhirnya kita harus terima apa pun," ujar Klok di Bandung, Jumat (20/2/2026).

Khawatir Citra Klub dan Sepak Bola Indonesia Tercoreng

Pemain bernomor punggung 23 tersebut menilai insiden yang terjadi berpotensi memberi dampak negatif terhadap nama baik klub dan persepsi publik internasional terhadap sepak bola Indonesia.

Ia menegaskan bahwa kekerasan atau tindakan yang memperlihatkan citra buruk seharusnya tidak terjadi dalam pertandingan.

"Sebagai klub, sebagai pernyataan yang kita kasih ke luar negeri juga. Kenapa sampai terjadi seperti ini? Kita tidak butuh kekerasan, kita tidak butuh hal yang mempunyai gambar buruk untuk klub. Jadi kita harus belajar dari ini," tegas Klok.

Risiko Sanksi dan Bermain Tanpa Suporter

Klok juga mengingatkan bahwa konsekuensi dari insiden seperti ini bisa sangat merugikan tim. Salah satu kemungkinan yang muncul adalah sanksi dari otoritas kompetisi.

"Karena pada akhirnya Persib harus bayar denda. Dan mungkin main tanpa suporter," imbuhnya.

Ia pun menyinggung pengalaman sulit saat pandemi Covid-19, ketika pertandingan harus digelar tanpa kehadiran penonton. Situasi tersebut menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kita sudah tahu dari Covid-19, jadi kita harus belajar dari ini. Kontrol emosi, dan jadi profesional," pungkas Klok.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |