Mario Lemos Ungkap Kesan pada Musim Pertamanya Berkarier di Indonesia: Kemenangan Derbi Jateng Kontra Persis Tak Terlupakan!

5 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, merasa sangat terkesan dengan pengalamannya berkarier di kompetisi sepak bola Indonesia. Kualitas persaingan antartim hingga antusiasme suporter memberikan kesan yang melekat pada musim pertamanya di Indonesia.

Perjalanan yang dilewati Mario Lemos pada awalnya tak berlangsung mudah. Juru taktik asal Portugal tersebut memang berhasil mempersembahkan hasil yang sangat memuaskan pada awal BRI Super League 2025/2026.

Laskar Kalinyamat sempat meraih dua kemenangan yang spesial, yakni menghadapi Persib Bandung (2-1) yang berstatus juara bertahan, hingga menumbangkan Persis Solo (2-1) dalam duel bertajuk Derbi Jawa Tengah.

Hasil lainnya, Persijap bisa mengimbangi PSM Makassar (1-1) dan Arema FC (0-0). Wahyudi Hamisi dkk. hanya tumbang dari Borneo FC (1-3). Namun, setelah melewati lima laga awal yang mengesankan, perlahan-lahan performa Persijap menukik tajam.

Mario Lemos harus melewati tujuh kekalahan beruntun, hingga akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai pelatih kepala. Tak lama berselang, ia digeser menjadi Direktur Teknik (Dirtek), sedangkan posisi pelatih kepala dipercayakan kepada Divaldo Alves.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kesan Mario di Musim Perdana

Setelah itu, Mario kembali diangkat menjadi pelatih kepala pada medio Februari 2026. Pada putaran kedua ini, dia berhasil membawa Laskar Kalinyamat menjadi tim papan bawah yang mengukir performa paling impresif.

Sebab, dari 13 pertandingan, Persijap Jepara bisa meraih lima kemenangan, enam imbang, dan hanya dua kali kalah. Mario bahkan sempat membawa anak asuhnya melewati delapan laga tanpa terkalahkan, hingga akhirnya bisa lolos dari jurang degradasi.

Bagi Mario, persaingan yang tersaji di BRI Super League memang cukup menantang. Kata dia, ada banyak tim-tim berkualitas. Dia juga menikmati musim pertamanya karena menyaksikan langsung fanatisme fans dan suporter yang mendukung tim kebanggaannya.

“Kompetisi yang sangat bagus dengan banyak tim hebat dan suporter yang luar biasa. Saya benar-benar menikmati berkompetisi di liga ini,” kata Mario Lemos saat dihubungi Bola.com, Selasa (9/6/2026).

Derbi Jateng Tak Terlupakan

Salah satu partai paling spesial yang melekat kuat di ingatan pelatih berusia 40 tahun ialah ketika Persijap Jepara bertandang ke markas Persis Solo dalam duel bertajuk Derbi Jawa Tengah, tepatnya pada pekan ke-5.

Dari ingatan Mario, laga ini dipenuhi fans karena suporter kedua kubu hadir secara langsung di stadion. Dia bilang, antusiasme dan fanatisme inilah yang membuktikan gairah besar suporter terhadap kebanggaannya.

“Saya tak akan melupakan pertandingan di Solo. Dua tim yang berada di papan bawah klasemen, namun stadionnya penuh sesak. Hal itu menunjukkan betapa besarnya semangat para suporter terhadap klub mereka,” kata dia.

Tantangan Terbesar

Bagi Mario, melewati laga tandang di BRI Super League 2025/2026 memberikan tantangan tersendiri bagi Persijap. Laskar Kalinyamat memang cukup kesulitan untuk menang ketika bertanding di kandang lawan.

Dari 17 laga, Persijap hanya bisa menang tiga kali saja. Dua laga di antaranya terjadi menjelang akhir kompetisi, yakni saat menumbangkan Semen Padang (2-0) dan Persita Tangerang (3-0), yang jadi momentum lolos dari degradasi.

“Tantangan terbesar adalah pertandingan tandang. Sangat sulit untuk menang di kandang lawan. Tentu saja ada faktor perjalanan yang cukup melelahkan dan biasanya memakan waktu berjam-jam untuk sampai ke sana, tetapi setiap tim harus melewatinya,” kata dia.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |