Menangi Duel Sengit Semifinal U-18 HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026, Akademi Persib dan Putri Garut Bertempur di Laga Pamungkas

5 hours ago 4

Pada laga semifinal U-18 lainnya yang mempertemukan Arema FC Women dengan Putri Garut, pertarungan sengit lebih banyak terjadi di lini tengah hingga sepertiga lapangan.

Alur serangan masing-masing tim tersendat tak sampai ke gawang lawan karena kedua tim menerapkan pressing ketat. Hingga 20 menit awal, relatif tidak ada banyak kesempatan mencetak gol.

Peluang Putri Garut hadir lewat kombinasi umpan satu dua striker mereka, Irna dan Diana Annisa Rahmawati. Namun, kerja sama tersebut tak berbuah angka karena sentuhan akhirnya belum maksimal sehingga bisa digagalkan oleh kiper Arema FC Women, Keysha Putri Dwi Arianti pada menit ke-13.

Sementara itu, Arema FC Women punya satu peluang terbaik dari Oktavia Safara Putri yang lepas dari jebakan offside. Berlari tanpa pengawalan, penempatan bolanya masih bisa ditepis penjaga gawang Putri Garut, Alwiwie Sunanto sehingga hanya menghasilkan sepak pojok. 

Sepanjang sisa babak pertama, Arema FC Women mulai menemukan pola untuk membongkar kukuhnya pertahanan yang menumpuk banyak pemain di garis belakang dengan bola pendek kaki ke kaki.

Sementara di lain sisi, Putri Garut lebih mengoptimalkan kecepatan penyerangnya untuk melakukan serangan balik. Sayangnya, hingga akhir babak pertama belum ada gol yang tercipta.

Pada babak kedua, jalannya pertandingan tak banyak berubah. Alih-alih langsung menekan untuk mencari gol cepat, Putri Garut dan Arema FC Women memilih bermain tempo sedang untuk meminimalkan kesalahan sendiri.

Pada menit ke-39 ada peluang dari Arema FC Women untuk unggul setelah operan Oktavia Safara Putri menghampiri jalur lari kawannya di sisi kanan, tapi sentuhan akhirnya gagal menghasilkan angka karena masih diamankan kiper lawan.

Skor akhirnya berubah saat kiper Arema FC Women, Keysha Putri Dwi Arianti, melakukan kesalahan ketika mengantisipasi long ball pemain tengah Putri Garut, Nazwa Bilbina Putri. Tanpa tekanan dari lawan, bola yang harusnya mudah diamankan justru berbuah gol untuk Putri Garut.

Tertinggal satu gol, Arema FC Women meningkatkan intensitas serangan. Sebaliknya, Putri Garut mulai merapatkan lini belakang sambil sesekali keluar menyerang. Ayu Wulan Agustin, kapten Putri Garut ada peluang lewat tendangan jarak jauh tapi Keysha melakukan save gemilang menjaga timnya tertinggal semakin jauh di menit ke-53. 

Dalam sisa laga, angin serangan relatif terus mengarah ke pertahanan Putri Garut. Sayang, agresifitas yang ditunjukkan Arema FC Women tak kunjung membuahkan hasil.

Namun, sampai peluit akhir dibunyikan tak ada lagi peluang yang bisa mengubah papan skor yang tertulis 1-0 untuk Putri Garut, termasuk peluang emas Irna yang tendangannya melenceng dari gawang Arema FC Women yang sudah kosong.

Pemain belakang Putri Garut, Ayu Wulan Agustin mengaku bangga timnya bisa menembus partai final. Menurut Ayu, semua kerja kerasnya sepanjang kompetisi terbayar tuntas dengan lolos ke partai puncak HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026.

“Sejujurnya bagi saya pribadi, bangga bisa ada di titik ini. Ini adalah hasil kerja keras tim dan juga hasil disiplin dari latihan. Selain itu, kami berhasil mengikuti instruksi pelatih dengan baik sepanjang laga. Untuk pertandingan besok, saya ingin bermain seperti tadi lagi dan siap menghadapi Akademi Persib di final,” ucap Ayu. 

Pelatih Putri Garut, Depi Kupriansyah mengapresiasi kesigapan anak asuhnya mengaplikasikan skema permainan yang diarahkan tim pelatih. Ia sengaja meminta tim untuk memperdalam lini bertahan dan memanfaatkan serangan balik cepat untuk mendapatkan angka.

“Kami tampil sesuai rencana dengan menerapkan skema serangan balik. Kita semua tahu Arema tim berkualitas. Jadi, setelah unggul 1-0 kami langsung fokus bertahan dan tidak muluk-muluk menerapkan strategi khusus. Kami di sini datang sebagai kuda hitam. Jadi, walaupun tidak ada beban, kami tetap mengusahakan yang terbaik,” kata Depi menjelaskan.

“Soal menghadapi Persib di final, saya sudah mempelajari kekuatan mereka yang bermain dengan ciri khas total football. Saya juga sudah mempersiapkan bagaimana menghadapi tim dengan gaya bermain seperti itu. Sejujurnya, kami sudah tidak ada beban lagi karena target awal kami di semifinal. Namun, karena sekarang sudah kepalang tanggung, sekalian juara saja. Kami sudah mempersiapkan semua skenario termasuk jika ada skema adu penalti,” lanjut Depi.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |