Momen Tak Biasa, Francisco Rivera Jadi Kapten Kapal saat Persebaya Tempuh Jalur Laut dari Lampung

5 hours ago 3

Bola.com, Surabaya - Ada pemandangan unik dalam perjalanan pulang Persebaya Surabaya dari Bandar Lampung.

Francisco Rivera, yang biasanya memimpin rekan-rekannya di atas lapangan, kali ini justru tampil bak seorang kapten kapal saat rombongan Bajul Ijo harus menempuh perjalanan laut menuju Merak.

Persebaya telah menyelesaikan pertandingan pekan pertama BRI Super League 2026/2027 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu (5-9-2026) sore. Duel di Stadion PKOR Sumpah Pemuda tersebut berakhir dengan skor 1-1.

Kepulangan skuad asuhan Bernardo Tavares ke Surabaya mengalami perubahan karena pembatalan penerbangan dari Bandar Lampung hari ini, Minggu (6-9-2026).

Persebaya memilih jalur laut dan darat dengan menyeberang menggunakan kapal dari Lampung menuju Merak, sebelum melanjutkan perjalanan melalui Jakarta hingga Surabaya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pengalaman Pertama

Situasi tersebut rupanya menjadi pengalaman baru bagi Rivera. Kapten Persebaya itu mengaku belum pernah menjalani perjalanan dengan kapal laut seperti yang dilakukan kali ini selama berada di Indonesia.

"Ya, ini pengalaman baru dengan menempuh perjalanan seperti ini ke Surabaya. Kami bisa memahami kondisinya, ada perubahan rencana perjalanan," ungkap Rivera.

Pengalaman pertama tersebut kemudian menghadirkan pemandangan tak biasa.

Rivera terlihat mengenakan topi pet khas kapten kapal ketika berada di atas kapal yang membawa rombongan Persebaya menyeberangi Selat Sunda.

Komando di Kapal

Bukan hanya topi, Rivera juga sempat bergaya seperti sedang menjalankan tugas seorang nakhoda.

Ia menggunakan teropong untuk memantau pemandangan di depan kapal, seolah-olah tengah memastikan perjalanan rombongan Bajul Ijo berlangsung aman.

"Rasanya ini pengalaman pertama juga saya menempuh perjalanan menggunakan kapal di Indonesia, dan nantinya dilanjut dengan bus," kata gelandang asal Meksiko tersebut.

Momen tersebut terasa makin menarik karena Rivera memang menyandang status kapten Persebaya.

Jika biasanya ia memberikan komando kepada rekan-rekannya dari tengah lapangan, kali ini gelandang berusia 31 tahun tersebut tampil dengan gaya berbeda di tengah perjalanan laut.

Penerbangan Terdampak

Perjalanan panjang itu harus ditempuh setelah aktivitas penerbangan terganggu oleh erupsi Anak Krakatau.

Sebaran abu vulkanik berdampak terhadap jalur penerbangan sehingga sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II Lampung dibatalkan pada Minggu hari ini.

Aktivitas Anak Krakatau masih menjadi perhatian. Pada Minggu pagi, gunung api di Selat Sunda tersebut kembali mengalami erupsi.

Abu vulkanik bahkan berdampak hingga ruang udara di sejumlah wilayah dan menyebabkan gangguan penerbangan dalam skala lebih luas.

Bagi Persebaya, kondisi tersebut membuat perjalanan pulang menjadi jauh lebih melelahkan.

Ambil Sisi Positif

Setelah bertarung selama 90 menit menghadapi Bhayangkara, para pemain harus kembali menempuh perjalanan panjang dengan kapal dan bus sebelum mencapai Surabaya.

Namun, Rivera memilih melihat sisi lain dari perjalanan tersebut. Situasi yang awalnya menjadi kendala justru memberikan pengalaman baru bagi pemain sekaligus memperlihatkan sisi berbeda dari kapten Persebaya tersebut.

"Kami berharap semuanya baik-baik saja dan kami bisa tiba dengan cepat di Surabaya," ujar Francisco Rivera.

Kini, tugas Rivera dan seluruh pemain adalah memulihkan kondisi secepat mungkin setelah perjalanan panjang dari Lampung.

Berikutnya, mereka akan menjamu PSIM Yogyakarta dalam pekan kedua di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9/2026), atau sekitar sepekan lagi.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |