Pelatih Persija, Shin Tae-yong, Jawab Kabar Dihukum Berat Asosiasi Sepak Bola Korea: Ada Banyak Hal yang Tidak Adil

9 hours ago 3

Bola.com, Seoul - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menjawab kabar mendapatkan hukuman berat dari Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan atau KFA.

Sejumlah media Korea Selatan, termasuk Channel A, melaporkan KFA telah menggelar sidang Komite Disiplin untuk menetapkan sanksi yang diberikan kepada Shin Tae-yong.

Hukuman berat itu meliputi skorsing atau pencabutan hak sebagai anggota maksimal sepuluh tahun, larangan berpartisipasi atau mendampingi pertandingan, dan pemecatan permanen dari keanggotaan asosiasi.

Sanksi kepada Shin Tae-yong itu diduga berasal dari kasus ketika menangani Ulsan HD di kompetisi Negeri Ginseng pada Agustus-Oktober 2026.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Berlaku di Korea Selatan

Channel A menyebut Shin Tae-yong diterpa berbagai kontroversi, seperti "isu perselisihan dengan para pemain, dugaan melakukan kekerasan terhadap pemain, hingga dugaan bermain golf saat menjalani laga tandang".

Pada Mei 2026, Shin Tae-yong dinarasikan telah mendapatkan sanksi berat dari Pusat Etika Olahraga Korea dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

"Pemberlakuan sanksi tersebut hanya berlaku di Korea Selatan sejak tanggal pemberitahuan resmi disampaikan," tulis Channel A.

KFA dideskripsikan telah mengabarkan hasil sidang Komite Disiplin itu kepada Shin Tae-yong, yang baru menandatangani kontrak selama tiga tahun sebagai arsitek Persija.

Ungkapan Shin Tae-yong

Channel A memperkirakan sanksi berat itu tidak memiliki efektivitas yang berarti karena Shin Tae-yong bakal bersama Persija hingga 2029.

"Ada banyak hal yang saya rasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya," ujar Shin Tae-yong dinukil dari Channel A.

Shin Tae-yong masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding terhadap hukuman berat dari KFA tersebut.

"Namun, jika saya angkat bicara, murid-murid saya bisa ikut terdampak dan situasi sepak bola di Korea Seatan juga sedang tidak baik," ucap Shin Tae-yong.

"Saya memilih untuk menanggung semuanya," ucap nakhoda yang sedang mempersiapkan Persija untuk Piala Presiden 2026 itu.

Sumber: Channel A

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |