Performa Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Jelang Berakhirnya BRI Super League

11 hours ago 8

Bola.com, Jakarta - BRI Super League 2025/2026 mendekati pekan-pekan terakhir. Persib Bandung, Borneo FC sedang bersaing sengit untuk perburuan gelar juara.

Persib berambisi mengejar titel juara untuk tiga musim beruntun. Borneo FC tak mau menyerah untuk mewujudkan gelar juara bersejarah mereka.

Jangan lupakan Persija Jakarta yang diam-diam menguntit kedua tim di atasnya. Dengan tiga pertandingan tersisa, masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

Terlepas dari persaingan sengit antarklub musim ini, tak kalah menariknya adalah membahas penampilan pemain-pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang mentas di BRI Super League.

Ada yang tampil menjanjikan dan punya peran besar untuk klubnya. Namun ada pula yang masih perlu meningkatkan performanya. Yuk simak ulasan dari Bola.com berikut ini:

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Moncer

Beberapa di antara pemain berstatus naturalisasi Timnas Indonesia mampu menjaga performanya dengan baik sepanjang musim ini di BRI Super League. Diawali dari Thom Haye, gelandang flamboyan yang langsung nyetel di Persib Bandung.

Peran Thom Haye cukup vital membawa Persib untuk sementara memimpin klasemen. Musim ini, ia sudah bermain 25 kali, mencetak empat gol dan tiga assist. Haye benar-benar membuat lini tengah Persib tangguh dan kreatif.

Rekan setimnya yakni Eliano Reijnders patut masuk dalam jajaran ini. Sama seperti Haye, ia menjalani musim perdana bersama Persib, dan memainkan 25 laga plus mencetak tiga assist. Dari 25 caps, Eliano hanya empat kali tidak bermain secara penuh.

Kemudian ada Jordi Amat, bek kukuh yang juga menjalani musim perdana bersama Persija Jakarta. Posisinya susah tergantikan berduet dengan Rizky Ridho, dan sudah memainkan 26 laga plus mencetak tiga gol musim ini.

Ivar Jenner juga tak bisa dilupakan, setelah bergabung dengan Dewa United pada paruh musim dari klub Jong Utrecht. Ia langsung menjadi kepingan kekuatan di lini tengah Dewa United.

Jenner sudah memainkan 11 laga dan membukukan satu assist. Hanya ada satu laga yang ia absen dan selalu bermain penuh selama 90 menit di enam pertandingan terakhir Banten Warriors.

Kudu Gaspol Lagi

Terdapat pula sejumlah penggawa naturalisasi yang menjadi anggota skuad Garuda yang seperti masih perlu meningkatkan kemampuan. Pertama ada Rafael Struick, yang masih berusaha menemukan performa seperti ketika diandalkan Timnas Indonesia.

Struick bergabung dengan Dewa United sejak awal musim ini. Pengalamannya di Belanda dan Australia, masih belum cukup membuktikan kualitasnya pada musim perdana di Liga Indonesia.

Struick sejauh ini baru memainkan 18 laga, belum mencetak gol maupun assist. Penyerang sayap berusia 23 tahun ini juga belum pernah bermain penuh selama 90 menit dalam satu laga.

Kemudian ada sosok Jens Raven. Pemain muda dan penuh potensi milik Bali United ini masih berusaha bisa bersaing dengan striker-striker paten andalan Serdadu Tridatu. Raven memainkan 21 laga, mencetak satu gol plus dua assist, serta lebih banyak bermain sebagai pelapis di babak kedua.

Bek sayap Shayne Pattynama juga masih dalam masa adaptasi di Persija sejak digaet dari Buriram pada paruh musim. Ia baru memainkan 8 pertandingan sejauh ini, atau total baru bermain 143 menit. Pattynama mendapat kesempatan bermain selama 79 menit kala Persija menumpas Persijap 2-0, Senin (4/5/2026) malam.

Rekan setimnya, Mauro Zijlstra juga masih kesulitan menembus starting XI Persija. Sejak bergabung pada awal Februari 2026, Zijlstra baru memainkan dua pertandingan dengan total bermain selama 21 menit.

Faktor Adaptasi

Adaptasi dan kecocokan dalam skema dari pelatih, menentukan bagi para pemain untuk menjaga konsistensi di atas lapangan. Pemain-pemain seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, atau Ivar Jenner dapat dikategorikan karena punya masa adaptasi yang baik di klub masing-masing.

Kemampuan mereka yang mampu membayar kepercayaan dari pelatih, semakin memperkuat alasan untuk tetap masuk dalam rencana permainan maupun persaingan mencari tempat di tim utama. Gol, assist, statistik apik dalam permainan bertahan, hingga peran krusial lainnya, turut menambah kepercayaan pelatih untuk terus memberikan menit bermain.

Kondisi berbeda dialami seperti Rafael Struick, Jens Raven, Shayne Pattynama, atau Mauro Zijlstra. Secara potensi dan kemampuan, mereka jelas punya, ditambah pengalaman bermain di luar negeri dengan kualitas yang lebih baik.

Mereka hanya perlu momentum saat kembali mendapat kesempatan, dan menjaga konsistensi di dalam permainan. Di sisi lain, mereka juga lebih meningkatkan kualitasnya untuk bersaing dengan pemain-pemain lain dalam satu tim.

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Vincentius Atmaja
  • Wiwig Prayugi
Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |