Persija Tunjuk Muhamad Yusup Prasetiyo Sebagai Head of Youth Development

6 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Persija Jakarta resmi menunjuk Muhamad Yusup Prasetiyo sebagai Head of Youth Development. Sosok yang akrab disapa Coach Yoyo itu akan memimpin sekaligus memperkuat sistem pembinaan pemain muda di Akademi Persija.

Berbekal lisensi kepelatihan AFC Pro serta pengalaman di dalam dan luar negeri, Yusup dipercaya untuk melanjutkan pengembangan Young Tigers melalui program pembinaan yang terstruktur, kompetitif, dan berorientasi jangka panjang.

Dalam menjalankan perannya, Muhamad Yusup Prasetyo akan berfokus pada tiga aspek utama, yaitu peningkatan kualitas pelatih akademi, penciptaan lingkungan latihan yang kompetitif, serta pemberian edukasi kepada pemain di luar aspek sepak bola.

Menurutnya, peningkatan kompetensi pelatih menjadi fondasi penting dalam proses pembinaan. Pelatih tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan teknik, taktik, dan fisik pemain, tetapi juga berperan dalam membentuk mentalitas serta karakter mereka sejak usia muda.

 “Visi saya adalah mengembangkan kualitas pelatih karena setiap pemain berhak mendapatkan pelatih yang bagus. Selain itu, kami ingin membangun lingkungan latihan sepak bola yang kompetitif setiap harinya,” ujar Yusup.

Muhammad Yusup Prasetyo, pelatih muda asal Indonesia direkrut klub asal Tiongkok, Lijiang FC. Berikut 3 fakta menariknya

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pendidikan

Aspek pendidikan dan pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam program pembinaan Akademi Persija. Para pemain akan dibekali pemahaman mengenai perilaku, kedisiplinan, kemampuan bersosialisasi, serta kesiapan beradaptasi dengan berbagai lingkungan.

“Kami juga ingin memberikan edukasi di luar sepak bola kepada para pemain," jelas Muhamad Yusup Prasetiyo.

"Hal tersebut akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai makhluk sosial. Pemain harus memiliki perilaku yang baik dan mampu beradaptasi dengan lingkungan di mana pun mereka berada,” sambungnya. 

Tidak Hanya untuk Persija

Dalam jangka pendek, keberhasilan program pembinaan akan diukur melalui kemampuan Akademi Persija dalam menghasilkan pemain yang siap bersaing di level tertinggi. Para pemain muda diharapkan mampu menembus tim utama Persija sekaligus memberikan kontribusi untuk Tim Nasional Indonesia.

Namun, Yusup menegaskan bahwa pembinaan usia muda tidak hanya berorientasi pada keberhasilan menjadi pesepak bola profesional. Pembentukan pribadi yang berkualitas juga menjadi tanggung jawab penting dalam mempersiapkan masa depan setiap pemain.

“Indikator keberhasilan pembinaan usia muda, khususnya di Persija, dalam jangka pendek adalah menciptakan pemain yang mampu bermain di tim utama dan tim nasional. Selain itu, kami ingin menjadikan mereka manusia yang hebat pada masa mendatang, apa pun bidang yang nantinya mereka jalani,” tutur Yusup.

Penunjukan Yusup menegaskan komitmen Persija untuk terus menempatkan pembinaan usia muda sebagai salah satu prioritas klub. Dengan peningkatan kualitas pelatih, lingkungan latihan yang kompetitif, serta penguatan karakter pemain, Akademi Persija diharapkan dapat secara konsisten melahirkan generasi baru yang siap memberikan kontribusi bagi tim utama, Tim Nasional Indonesia, dan masyarakat.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |