Wahyudi Hamisi Pamit dari Persijap: Kalahkan Persib hingga Bertahan di Super League Jadi Memori Indah

10 hours ago 5

Bola.com, Jakarta - Wahyudi Hamisi resmi berpisah dengan Persijap Jepara pada Rabu (24/6/2026). Gelandang berusia 28 tahun itu tidak lagi menjadi bagian Laskar Kalinyamat untuk Super League 2026/2027.

Selama semusim membela Persijap di BRI Super League 2025/2026, Hamisi mencatatkan 29 penampilan, menyumbang satu assist, serta mengoleksi delapan kartu kuning plus satu kartu merah.

Menjelang perpisahannya, Hamisi sempat mengenang sejumlah momen terbaik bersama Persijap. Satu di antaranya ketika Laskar Kalinyamat sukses menumbangkan Persib Bandung 2-1 (18/8/2025).

"Pertandingan yang enggak bisa dilupakan itu pas kita menang 2-1 lawan Persib. Sama Persita kemarin kita bisa menang dan bertahan di Liga 1. Itu dua laga yang enggak bisa dilupain," ujar Hamisi di kanal YouTube Persijap, Jumat (26/6/2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kenangan Bertahan di Liga 1

Bagi Hamisi, momen paling berkesan selama memperkuat Persijap ialah saat tim memastikan diri bertahan di Liga 1. Kepastian itu didapat setelah Laskar Kalinyamat memetik kemenangan 3-0 atas Persita Tangerang (10/5/2026).

Ya, keberhasilan stay di kasta tertinggi Liga Indonesia merupakan pencapaian yang sangat berarti. Terlebih, Persijap datang sebagai tim promosi dan akhirnya bisa menutup musim dengan senyuman.

"Pasti enggak bakalan terlupakan yang lawan Persita. Kita sudah pastikan bahwa Persijap Jepara bertahan di Liga 1. Itu yang momen enggak pernah terlupakan," katanya.

"Semua pemain saat itu merayakan karena kita tahu kita bertahan , bertahan di Liga 1. Itu enggak mudah dengan tim yang baru promosi dari Liga 2 dan mau bertahan di Liga 1. Itu hal yang paling berkesan untuk saya dan sulit dilupakan," lanjut Hamisi.

Persija Jadi Lawan Tersulit

Dalam kesempatan tersebut, Hamisi juga mengungkapkan tim paling sulit yang pernah dihadapi Persijap sepanjang musim lalu. Menurutnya, lawan paling merepotkan adalah Persija Jakarta.

Hamisi menilai skuad Macan Kemayoran punya kekuatan yang sulit dibendung. Persijap selalu menelan kekalahan saat menghadapi Persija, baik laga kandang maupun tandang.

"Persija mungkin soalnya kita lawan Persija di kandangnya Persija kita kalah dan kita lawan Persija juga di Jepara kita kalah. Mungkin itu salah satu tim yang kuat, cukup sulit untuk kita kalahkan kemarin," ungkapnya.

Meski begitu, pengalaman menghadapi tim-tim besar di BRI Super League disebut Hamisi jadi pelajaran penting bagi Laskar Kalinyamat yang berstatus pendatang baru pada musim lalu.

Pesan Menyentuh untuk Suporter

Di akhir wawancara, eks gelandang Borneo FC dan PSS Sleman itu menyampaikan pesan khusus untuk suporter Persijap. Ia berharap dukungan kepada tim tidak pernah berhenti dalam kondisi apa pun.

Pemain kelahiran Kotamobagu, Sulawesi Utara tersebut juga mendoakan Persijap dapat terus berkembang dan memiliki pencapaian yang lebih baik pada masa mendatang.

"Pesan untuk suporter Persijap Jepara selalu dukung kita dalam keadaan apapun. Datang support kita ke lapangan, selalu bangun energi yang positif untuk kita pemain," ucap Hamisi.

"Semoga kita bisa berjuang bersama, tidak terkhusus untuk pemain tapi untuk suporter juga kita bisa berjuang bersama agar kita tetap mungkin ada target tim atau apapun ke depan nanti bisa lebih baik lagi," pungkasnya.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |