Wakil Indonesia dan Laos Lolos ke U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 di Jepang

16 hours ago 10

Bola.com, Jakarta - Junior Soccer World Challenge 2026 South East Asia Qualifier resmi berakhir setelah rangkaian pertandingan berlangsung di Stadion Soemantri Brojonegoro, Jakarta Selatan, pada 5 hingga 7 Juni 2026.

Sebanyak 20 tim dari berbagai negara Asia Tenggara ambil bagian dalam perebutan tiket menuju Chiba, Jepang.

Turnamen tersebut menghasilkan dua tim yang berhak tampil pada U-12 Junior Soccer World Challenge 2026. Mazda GB FC dari Laos dan Bandung Legend dari Indonesia memastikan diri lolos setelah mencapai partai puncak.

Pada laga final, Mazda GB FC berhasil mengalahkan Bandung Legend dengan skor 2-1. Hasil itu mengantarkan wakil Laos menjadi juara babak kualifikasi Asia Tenggara yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Amankan 1 Tempat

Meski kalah pada pertandingan final, Bandung Legend tetap mengamankan satu tempat menuju Jepang. Kedua tim akan tampil dalam U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Chiba pada 21-24 Agustus 2026.

Di Jepang nanti, Mazda GB FC dan Bandung Legend akan menghadapi sejumlah akademi sepak bola yang berasal dari berbagai negara. Turnamen tersebut dikenal sebagai salah satu kompetisi kelompok umur paling bergengsi di kawasan Asia.

Presiden Amazing Sports Lab Japan Inc. dan NARA CLUB, Mitsuru Hamada, mengaku terkesan dengan kualitas pemain muda Indonesia yang tampil sepanjang turnamen. Menurutnya, banyak pemain yang menunjukkan kemampuan teknis dan fisik yang menjanjikan.

"Saya kaget melihat kualitas para pemain muda Indonesia. Mereka punya tendangan yang bagus, dan larinya juga kencang. Mereka juga berpotensi bisa bersaing di Jepang melawan akademi-akademi dari Eropa yang juga akan diundang di sana," ujarnya.

Daya Tarik

Selain kualitas pemain, Hamada juga menyoroti atmosfer pertandingan yang tercipta selama Agung Podomoro Land Cup U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 South East Asia Qualifier berlangsung.

Dia menilai dukungan yang diberikan penonton di Stadion Soemantri Brojonegoro menjadi satu di antara daya tarik tersendiri.

"Kalau di Jepang penontonnya pada tenang, diam. Tapi di sini passion-nya dan atmosfernya sangat luar biasa. Mereka tidak berhenti bersorak mendukung tim," katanya.

Ketat di Final

Di sisi lain, Presiden Mazda GB FC, Thippanet Keanivong, menyebut perjalanan timnya menuju gelar juara tidak berlangsung mudah. Dia mengakui persaingan yang terjadi sepanjang turnamen berlangsung sangat ketat, termasuk saat menghadapi Bandung Legend di final.

"Benar-benar pertandingan yang ketat di final, para pemain muda Indonesia juga sangat kuat. Namun kami juga sudah melakukan persiapan selama dua tahun untuk mengikuti ajang ini. Kami pun ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah menggelar event ini dengan baik," ucapnya.

Pelatih Bandung Legend, Budi Agil, menerima hasil yang diraih timnya pada laga final. Ia menilai lawan tampil lebih terorganisasi dan mampu memanfaatkan kesalahan yang terjadi di kubunya.

"Jujur, permainan tim dari Laos sudah terstruktur dan akhirnya karena kesalahan sedikit dari kami tadi yang membuat mereka menang. Kalau soal untuk ke Jepang, mungkin yang akan dipersiapkan nanti soal transisi dari 7 vs 7 ke 11 vs 11. Jadi saya akan buat program dan tambah pemain, karena kalau 11 lawan 11 cadangannya minimal tujuh pemain," imbuhnya.

Edisi Perdana

Tahun ini menjadi edisi perdana yang berstatus sebagai kualifikasi resmi Asia Tenggara menuju U-12 Junior Soccer World Challenge. Turnamen menggunakan format tujuh lawan tujuh dengan durasi pertandingan 2x15 menit sesuai regulasi FIFA dan PSSI untuk kategori pemain putra kelahiran 1 Januari 2014 hingga 1 Januari 2016.

Turnamen U-12 Junior Soccer World Challenge sendiri memiliki reputasi tinggi dalam pembinaan sepak bola usia muda. Sejumlah pemain yang pernah tampil di kompetisi tersebut kini berkembang menjadi pesepak bola profesional dan memperkuat tim nasional masing-masing, seperti Lamine Yamal, Takefusa Kubo, Gavi, Ansu Fati, hingga Xavi Simons.

Tidak hanya itu, sejumlah akademi klub elite Eropa juga pernah meramaikan turnamen tersebut. FC Barcelona, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal termasuk di antara peserta yang pernah tampil dalam turnamen usia muda tersebut.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |