Perjuangan Persis Keluar dari Kemelut Degradasi BRI Super League 2025/2026: Deja vu Musim Lalu, Bisakah Laskar Sambernyawa Selamat?

23 hours ago 9

Bola.com, Jakarta - Nasib Persis Solo yang terkatung-katung hingga terperosok di tepi jurang degradasi bak mengulangi cerita pahitnya musim lalu. Kini, Laskar Sambernyawa bersiap menghadapi laga penentuan menghadapi Persita Tangerang pada pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026.

Persis Solo, yang masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen dengan koleksi 31 poin, wajib meraup poin penuh saat menghadapi Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (23/5/2026) pukul 16.00 WIB, jika ingin menjaga asa bertahan di kasta tertinggi.

Tidak hanya itu, Laskar Sambernyawa juga harus berharap hasil dari laga Madura United versus PSM Makassar yang digelar secara bersamaan. Jika Laskar Sapeh Kerrab menang, otomatis peluang Laskar Sambernyawa untuk lolos dari degradasi dipastikan tertutup.

Situasi ini memang lebih pelik ketimbang pengalaman Persis musim lalu yang juga harus bergulat dengan zona merah. Dengan demikian, terkungkungnya Persis di zona merah pada dua musim terakhir ini menjadi tamparan telak bagi pengelola klub.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Deja vu Musim Lalu

Pada musim lalu, Persis Solo juga mengalami sederet persoalan hingga tertatih-tatih bersaing di papan atas klasemen. Ketika itu, Laskar Sambernyawa mengawali perjuangannya dengan menunjuk Milomir Seslija sebagai pelatih kepala.

Milo dianggap mampu memberi prestasi setelah musim sebelumnya membawa Laskar Sambernyawa finis di peringkat ke-7 klasemen akhir dengan koleksi 50 poin. Ini merupakan jumlah poin tertinggi bagi Persis sejak promosi pada 2021/2022.

Sayangnya, di pertengahan jalan, juru taktik asal Bosnia-Herzegovina itu dipecat, tepatnya saat kompetisi menginjak pekan ke-6. Penyebabnya, Persis hanya bisa meraih satu kemenangan dan dihujani lima kekalahan pada awal musim 2024/2025.

Setelah itu, Persis sempat menunjuk Yogie Nugraha sebagai caretaker. Tugas ini kemudian dilanjutkan oleh Hanafing. Baru pada pekan ke-12, Laskar Sambernyawa meresmikan pelatih asal Malaysia, Ong Kim Swee, sebagai pelatih definitif.

Di bawah asuhan Ong Kim Swee, Persis mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada putaran kedua, terutama setelah perombakan skuad, dengan merekrut empat amunisi impor, Cleylton Santos, Lautaro Belleggia, Jhon Cley, dan Jordy Tutuarima.

Setelah meraih hasil demi hasil yang ditargetkan, Persis bisa keluar dari zona merah pada pekan ke-27. Hingga akhirnya, Ong Kim Swee dan pasukannya dipastikan bertahan di kasta tertinggi pada pekan ke-33.

Cerita Terulang Kembali

Beberapa peristiwa yang ditemui Persis Solo pada musim lalu akhirnya kembali terulang pada edisi 2025/2026. Pada awal musim, Laskar Sambernyawa memilih menunjuk pelatih baru asal Belanda, Peter de Roo, alih-alih melanjutkan kerja sama dengan Ong Kim Swee.

Sayangnya, hasil yang diraih Peter pada awal musim juga tak maksimal. Dari 10 pertandingan awal, juru taktik asal Belanda itu hanya mampu mempersembahkan satu kemenangan dan dua imbang. Tujuh laga lainnya berujung dengan kekalahan.

Setelah sempat mendepak Peter, Persis lalu mempercayakan kemudi kepada Tithan Suryata selaku caretaker. Kemudian, manajemen memperkenalkan Milomir Seslija sebagai nakhoda baru sekaligus diharapkan menjadi juru selamat.

Gebrakan yang dilakukan Milo pun sangat terasa. Juru taktik berusia 61 tahun ini merombak komposisi pemain asing Persis. Semua amunisi impor yang bermain pada putaran pertama ditendang, dan direkrutlah 11 pemain asing baru untuk putaran kedua.

Dari segi hasil, dampaknya memang mulai terasa pada putaran kedua. Seusai melewati dua kekalahan beruntun melawan Borneo FC dan Persib Bandung, Persis sempat melalui delapan laga tanpa tersentuh kekalahan.

Namun, hasil ini masih belum cukup untuk menyelamatkan mereka. Persis sempat terjegal dua tim papan atas, Persija Jakarta (0-4) dan Malut United (2-5), yang membuatnya kembali turun ke papan bawah.

Laga Penentuan Nasib

Pada laga pekan ke-34 BRI Super League musim ini, Milomir Seslija dan pasukannya bakal melakoni laga tandang di markas Persita Tangerang, yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (23/5/2026) pukul 16.00 sore WIB.

Sementara itu, Madura United bakal saling sikut menghadapi PSM Makassar di kandangnya sendiri. Partai ini akan bergulir di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada hari dan waktu yang bersamaan.

Dengan situasi semacam ini, Persis Solo tentu tidak bisa hanya memperjuangkan tiga poin untuk selamat dari degradasi. Mereka juga harus mengharapkan tergelincirnya Madura United pada partai terakhir.

Jika sama-sama menang, otomatis peluang Persis sudah tertutup, karena Madura United mengantongi 35 poin, sedangkan Persis memiliki 34 poin. Artinya, Laskar Sambernyawa mesti mengharapkan Madura United kalah atau minimal imbang.

Apabila skenario ini terwujud, skuad asuhan Milomir Seslija bisa merebut peringkat ke-15 klasemen akhir dengan koleksi 34 poin, sedangkan Madura United meraup 33 poin jika imbang dan 32 poin jika kalah.

Simak Persaingan Musim Ini:

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |